LiteX.co.id, Nasional – Sorotan tajam publik kini tertuju ke Istana Merdeka. Tokoh sentral yang terbiasa memimpin ribuan massa di jalanan bersimbah peluh, kini berdiri tegap di atas karpet merah kekuasaan.
Secara mengejutkan, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Said Iqbal, sang Presiden Partai Buruh sekaligus pimpinan serikat pekerja terbesar di Indonesia, menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh pada hari Senin (08/06/2026).
Manuver politik ini sontak memicu pertanyaan besar: mampukah ia tetap kritis membela kaum pekerja setelah resmi masuk ke lingkaran dalam kekuasaan, atau justru ketajamannya akan tumpul terbuai fasilitas negara?
Selama puluhan tahun, nama Said identik dengan aksi demonstrasi jalanan, penolakan kebijakan upah murah, hingga perlawanan sengit terhadap sistem kerja alih daya (outsourcing).
Sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), suaranya kerap menjadi duri tajam bagi kebijakan pemerintah yang dinilai pro-oligarki.
Namun, melalui Keputusan Presiden Nomor 58/P Tahun 2026, posisinya kini berbalik 180 derajat menjadi bagian dari penyusun kebijakan itu sendiri.
Di hadapan kepala negara dan kilatan lampu kamera pewarta, tokoh yang pernah berkarier sebagai pengurus Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) itu dengan mantap melafalkan ikrar janjinya sebagai abdi negara.
Langkah merangkul tokoh lulusan Teknik Mesin ini ke dalam Istana memunculkan berbagai spekulasi liar.
Sebagian pihak skeptis dan menganggap ini adalah langkah jenius penguasa untuk meredam gelombang protes dari akar rumput.
Namun, pihak Istana berdalih bahwa kehadiran representasi pekerja di ring satu sangat esensial untuk memformulasikan kebijakan industrial yang adil dan berimbang.
Sinyal penunjukan ini sebenarnya telah dikonfirmasi sebelumnya oleh Menteri Sekretariat Presiden, Prasetyo Hadi, yang menilai pengalaman panjang sang aktivis sangat dibutuhkan negara.
“Sedang di diskusikan (masuk kabinet),” urai Prasetyo secara singkat sebelum pelantikan, seperti dikutip dari Liputan6, memberikan petunjuk bahwa keahlian sang tokoh pergerakan pekerja memang sedang diincar.
Kini, jutaan pekerja di seluruh penjuru Tanah Air menanti pembuktian nyata.
Apakah posisi strategis sebagai penasihat khusus akan menjadi senjata ampuh bagi Said untuk merealisasikan kesejahteraan buruh secara langsung dari meja kepresidenan? Ataukah idealisme itu perlahan luntur seiring dengan kenyamanan jabatan barunya? Waktu yang akan membuktikan integritas sang ‘Raja Jalanan’ tersebut.
Dalam agenda kenegaraan sore itu, pengukuhan rupanya tidak melulu soal ketenagakerjaan.
Demi memperkuat formasi Kabinet Merah Putih, Prabowo Subianto turut melantik para pimpinan yang memegang kendali atas urusan gizi nasional.
Nanik Sudaryati Deyang resmi disahkan sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Kepemimpinan instansi baru tersebut akan didampingi oleh dua sosok wakilnya, yakni Agustina Arumsari dan Trenggono, sesuai dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026.
Prosesi pengambilan sumpah para pejabat baru tersebut disaksikan langsung oleh para pemegang otoritas negeri.
Hadir mendampingi adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming, jajaran menteri kabinet, hingga pucuk pimpinan keamanan negara yakni Agus Subiyanto dan Listyo Sigit Prabowo yang turut merapatkan barisan memberikan ucapan selamat.






