Don't Show Again Yes, I would!

Imbas Nataru dan Musim Buah, Volume Sampah di Palopo Melonjak 30 Persen

LiteX.co.id, Palopo – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palopo tengah bekerja keras membersihkan sisa-sisa kemeriahan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 yang meninggalkan masalah kebersihan di sejumlah titik.

Tumpukan sampah yang sempat dikeluhkan warga dipastikan akan segera terangkut seluruhnya dalam waktu dekat.

Jaminan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala DLH Kota Palopo, Emil Nugraha, saat memberikan keterangan kepada awak media pada Hari Rabu (7/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan lokasi-lokasi yang mengalami penumpukan dan menargetkan pembersihan tuntas dalam pekan ini.

Menurut Emil, lonjakan volume sampah pada awal tahun ini terbilang cukup drastis.

Kenaikan volume sampah mencapai angka 30 persen jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Uniknya, lonjakan ini tidak hanya disebabkan oleh sisa perayaan tahun baru, tetapi juga faktor alamiah yakni masuknya musim buah yang menambah produksi sampah organik masyarakat.

“Dalam kondisi normal, jumlah sampah di Kota Palopo berkisar antara 75 hingga 80 ton. Namun, pada akhir tahun 2025 lalu, volume sampah meningkat sekitar 30 persen dari kondisi normal. Hal tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas masyarakat serta masuknya musim buah,” jelas Emil Nugraha.

Guna mengatasi situasi ini, strategi “keroyok sampah” diterapkan dengan memaksimalkan seluruh kekuatan armada. Emil merinci, saat ini DLH mengoperasikan total 15 unit kendaraan pengangkut.

Jumlah tersebut terdiri dari 11 unit armada inventaris pemerintah daerah dan tambahan 4 unit armada sewa.

Penambahan armada sewa ini menjadi kunci percepatan penanganan.

Emil mengakui sempat terjadi kendala teknis pada akhir tahun 2025 karena keterbatasan unit sewaan yang saat itu hanya tersedia dua unit.

“Di tahun 2026 ini, total armada yang beroperasi sudah 15 unit dan itu sudah maksimal. Sedangkan di 2025 akhir kemarin masih terbatas, armada yang kami sewa itu hanya sebanyak 2 unit,” ungkapnya.

Para petugas kebersihan di lapangan kini bekerja ekstra, bahkan hingga lembur, untuk menyisir sampah-sampah tersebut.

Fokus utama pengangkutan diarahkan pada jalur-jalur protokol yang menjadi wajah kota serta titik-titik yang memiliki volume sampah paling ekstrem berdasarkan aduan masyarakat.

Kendati pemerintah telah berupaya maksimal, Emil Nugraha menekankan bahwa kebersihan kota adalah tanggung jawab kolektif.

Ia mengimbau agar warga Palopo mulai membiasakan diri memilah sampah sebelum dibuang untuk meringankan beban pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Persoalan sampah ini tidak bisa kami tangani sendiri. Kami berharap masyarakat dapat memilah sampah sejak dari rumah. Hal ini akan mempermudah petugas kebersihan dalam proses pengangkutan ke TPA dan ke depan dapat mengurangi volume sampah harian,” pungkasnya.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *