LiteX.co.id, BASSIANG – Malam ini nonton bareng Piala Dunia 2022 kembali digelar di Bassiang Timur, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, tepatnya di halaman rumah milik Nyrwan Masny pukul 23.00 wita pukul malam ini, Sabtu (18/12)
Pada final perebutan 3-4 ini, penonton Maroko VS Kroasia cukup riuh, Maroko yang merebut hati warga Bassiang Timur sejak lolos ke perempat final hingga memasuki final. Harapan pada Maroko begitu besar bagi warga Bassiang Timur. “salah satu alasannya negara muslim to, ” ujar Ayahnya Baim sapaannya
Sementara Bapak Fikram begitu yakin Tim berjulukan Singa Atlas ini mampu menang atas Croasia meskipun pada kenyataannya score sementara sudah 2-1 atas Croasia pada babak pertama. “tidak mungkin kalah Maroko, kemungkinan adu finalty, ” ungkapnya menggebuh-gebuh.

Prediksi sebelas pemain pertama
Kroasia (4-3-3): Dominik Livakovic; Josip Juranovic, Josip Sutalo, Dejan Lovren, Borna Sosa; Luka Modric, Mateo Kovacic, Kristijan Jakic; Nikola Vlasic, Bruno Petkovic, Ivan Perisic
Maroko (4-3-3): Yassine Bono; Achraf Hakimi, Achraf Dari, Jawad El-Yamiq, Yahia Attiyat-Allah; Azzedine Ounahi, Sofyan Amrabat, Selim Amallah; Hakim Ziyech, Youssef En-Nesyri, Sofiane Boufal
Skenario pertandingan
Kroasia akan mengerahkan segala daya dan upaya untuk terakhir kalinya di Stadion Internasional Khalifa guna membungkam Maroko yang tampil bersemangat.
Sebaliknya Maroko lebih dari sekadar dongeng yang bisa mengalahkan Kroasia untuk menorehkan lagi sejarah sebagai tim Afrika dan dunia Arab pertama yang finis urutan ketiga dalam sebuah Piala Dunia.

Kroasia memiliki keuntungan tambahan istirahat satu hari lebih lama ketimbang Maroko yang bisa mereka gunakan sebaik mungkin.
Namun pelatih Zlatko Dalic dipastikan tak akan mengambil risiko memainkan pemain yang tidak terlalu fit dan belum sembuh benar dari cedera karena dia tak mau melepaskan kesempatan pulang membawa medali dari Piala Dunia Qatar.
Yang pasti ini menjadi pertandingan Piala Dunia terakhir untuk Dejan Lovren, Luka Modric dan Ivan Perisic. Modric adalah pemain Kroasia yang paling sering membela timnasnya dalam sejarah Piala Dunia.
Yuk melihat ke belakang, untuk diingat kembali Secara dramatis, Maroko menjegal Spanyol lewat adu penalti dengan skor 3-0 (0-0) di Education City Stadium, Selasa (06/12/).
Ini menjadi sejarah bagi Maroko. Untuk pertama kali, mereka mencapai perempat final sejak ikut serta Piala Dunia pada edisi 1970. Pencapaian terbaik Maroko dalam pesta sepak bola dunia itu ialah 16 besar pada edisi 1986.
Tim berjulukan Singa Atlas ini tampil luar biasa melawan Spanyol. Sepanjang pertandingan dalam waktu normal hingga extra time, mereka tampil disiplin. Terutama di lini belakang yang membuat Spanyol frustrasi. Kemungkinan ini juga menjadi alasan bagi warga Bassiang Timur memiliki harapan besar pada Maroko kali ini mampu mengalahkan Kroasia.
Maroko harus berjuang keras menahan gempuran Spanyol dan memenangkan adu penalti. Tiket perempat final Piala Dunia 2022 pun di tangantangan.
Dua tim kejutan ini hampir menjadi negara baru yang menjuarai Piala Dunia jika tak tersandung di tangan Argentina dan Prancis dalam semifinal lalu.
Kini, Kroasia dan Maroko, berkesempatan pulang ke negerinya masing-masing dengan predikat tempat ketiga yang terutama bagi Maroko bakal menjadi pencapaian besar tidak saja bagi mereka namun juga Afrika dan dunia Arab.
Argentina dan Prancis ternyata masih terlalu tangguh dan licin untuk mereka kalahkan, namun jelas pencapaian semifinal mereka merupakan hal monumental yang patut dirayakan.
Maroko menorehkan sejarah baru manakala pasukan asuhan Walid Regragui yang tak kenal takut itu menjadi tim Afrika pertama yang mencapai empat besar Piala Dunia.
Kalah atau menang dalam pertandingan perebutan tempat ketiga tak akan mengubah status tim Maroko sebagai pahlawan untuk negaranya. Mereka akan tetap dihormati dan disanjung oleh Afrika dan dunia Arab, selain juga mereka yang jatuh hati kepada perjalanan bak dongeng mereka dalam turnamen di Qatar ini.
Kroasia dan Maroko kembali berhadapan setelah imbang 0-0 dalam laga fase grup mereka. Pertemuan mereka itu persis pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2018 ketika Belgia dan Inggris bertemu satu sama lain dalam fase grup dan perebutan tempat ketiga. (kartini)






