LiteX.co.id, BASSIANG – Maroko gagal menjadi pemenang pada Piala Dunia Tahun 2022, menjadi kekecewaan besar bagi pendukungnya di Desa Bassiang Timur, Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu, Sulsel.
Cara bermainnya melawan Croasia dianggap tak lagi berirama seolah hilang semangat, Kasyim yang begitu terluka atas kekalahan Maroko mengakui perwakilan dari Afrika itu tiba-tiba hilang strategi menghadapi Croasia, “loyo Maroko, ” ujar pedagang kakao ini yang nobar menggunakan kostum berwarna merah senada dengan Maroko.
Tim nasional Kroasia menempati peringkat ketiga Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Maroko 2-1 pada pertandingan di Khalifa International Stadium, Doha pada Sabtu malam (17/12).
Kroasia unggul terlebih dahulu berkat gol cepat Josko Gvardiol sebelum Maroko menyamakan kedudukan melaluti Achraf Dari. Gol kemenangan Kroasia dicetak oleh Mislav Orsic pada menit ke-42.
Kemenangan ini membuat Kroasia keluar sebagai peringkat ketiga Piala Dunia 2022. Ini adalah medali perunggu kedua Kroasia di kompetisi ini setelah mereka meraihnya pada tahun 1998.

Kroasia langsung unggul 1-0 saat pertandingan baru berjalan tujuh menit. Bermula dari tendangan bebas Luka Modric ke depan gawang, Ivan Perisic kemudian menyundul bola ke tengah yang langsung disambar Josko Gvardiol dengan kepalanya untuk menjebol gawan Yassine Bounou.
Namun, keunggulan Kroasia hanya bertahan dua menit setelah Maroko menyamakan kedudukan lewat skema gol yang mirip.
Berawal dari tendangan bebas Hakim Ziyech yang dihalau Lovro Majer, bola kemudian mengarah ke Achraf Dari di depan gawang. Dia bisa menanduk bola mendahului Dominik Livakovic dan mengubah skor menjadi 1-1.
Pada menit ke-19, Kroasia mengancam. Umpan silang Perisic berhasil disundul Andrej Kramaric, tetapi upayanya masih gagal menaklukkan Bounou.
Kroasia kembali mendapatkan peluang pada menit ke-24. Luka Modric melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, yang masih bisa ditepis oleh Bounou. Semakin membuat permainan Maroko patah arang. “permainan Maroko seperti tidak ada materi, ” ujar Nyrwan Masni.
Meski Maroko tidak mencapai puncak kemenangan di Piala Dunia kali ini namun dalam penampilan Maroko tembus ke Final mencatat sejarah. Bahkan membuat legenda Portugal Cristiano Ronaldo menangis tersedu-sedu saat timnya ditaklukan 1-0 oleh Maroko di perempat final Piala Dunia FIFA 2022 berlangsung di Qatar, Sabtu 10 Desember 2022 pukul 23:00 WIT, seminggu lalu.
Maroko menciptakan sejarah saat mereka menjadi negara Afrika pertama yang berhasil lolos ke babak 4 besar dari acara pameran tersebut. Sebelum mereka, Kamerun, Senegal, dan Ghana semuanya jatuh di rintangan perempat final. Harusnya ini sudah sewajarnya Maroko mendapatkan apresiasi termasuk oleh pendukungnya di Bassiang Timur.
Penduduk Maroko harusnya tetap mengingat, Tanpa disangka, Timnas Maroko mampu menampilkan permainan terbaiknya dengan menumbangkan wakil Eropa. Spanyol dan Portugal contoh korbannya.
Kegigihan Timnas Maroko pun membawa mereka menembus babak semifinal kalau itu, sekalipun Timnas Maroko kalah ketika berhadapan dengan Prancis karena bola bunuh dirinya, Kamis (15/12/2022) di Stadion Al Bayt, Maroko seolah menjadi kuda hitam yang perlahan menembus puncak Piala Dunia 2022.
Maroko mampu membuktikan performa apiknya setelah menumbangkan wakil-wakil Eropa, seperti Spanyol dan Portugal. Kegigihan Timnas Maroko pun membawa mereka menembus babak semifinal.
Sekalipun Timnas Maroko kalah ketika berhadapan dengan Prancis, Kamis (15/12/2022) di Stadion Al Bayt, Maroko seolah menjadi kuda hitam yang perlahan menembus puncak Piala Dunia Tahun 2022.
Para pendukung juga harus menyimak beberapa fakta menarik Maroko.
- Dihuni pemain diaspora berkualitas
Diaspora merupakan perantau atau orang yang meninggalkan tanah kelahirannya untuk pergi ke negara lain. Biasanya diaspora bertujuan untuk mencari kehidupan lebih baik dari daerah atau negaranya sendiri.
Timnas Maroko pun mampu memanfaatkan kumpulan talenta diasporanya di ajang Piala Dunia 2022 Qatar. Timnas ini diisi beberapa pemain yang lahir di Spanyol, Prancis, Belgia, Kanada, hingga Belanda.
- Dilatih oleh pelatih lokal
Walid Regragui yang dijuluki ‘Guardiola-nya Maroko’ mengambil alih kendali Timnas Maroko pada September 2022. Regragui menyeimbangkan tim dengan memanggil Ziyech kembali ke skuad inti.
- Memiliki strategi pertahanan yang solid
Salah satu yang menonjol dari Timnas Maroko di Piala Dunia kali ini adalah sistem pertahanan mereka. Sejauh ini, tak ada pemain lawan yang mampu mencetak gol ke gawang mereka hingga babak perempat final.
Satu-satunya gol yang masuk ke gawang kiper Maroko di Qatar adalah gol bunuh diri Nayef Aguerd saat melawan Kanada di babak penyisihan grup. Tak heran jika kiper mereka, Yassine Bounou, menjadi sorotan.
- Kalahkan Timnas Belgia, Spanyol, dan Portugal
Kejutan Maroko berawal saat laga melawan Belgia. Maroko sukses mengalahkan Belgia dengan skor 2-0 di babak penyisihan grup Piala Dunia 2022.
Selanjutnya. Maroko kembali mengalahkan Spanyol melalui adu penalti yang berakhir 3-0 untuk kemenangan Maroko. Tim selanjutnya yang dipulangkan oleh Maroko adalah Portugal di babak perempat final.
- Tim Afrika pertama yang lolos semifinal Piala Dunia
Sejak tim Afrika mengikuti Piala Dunia pertama kali pada 1934, mereka tidak pernah punya wakil yang bisa melaju hingga semifinal. Sebelumnya, Kamerun (1990), Senegal (1998) dan Ghana (2010) gugur di babak delapan besar.
- Belum terkalahkan sejak awal penyisihan Piala Dunia 2022
Maroko belum pernah mengalami kekalahan selama Piala Dunia 2022 hingga menembus babak semifinal. Sebaliknya, Maroko justru mengungguli tim-tim kuat Eropa, seperti Belgia, Portugal, dan Spanyol. Maroko hanya pernah ditahan imbang saat melawan Timnas Kroasia yang juga berhasil masuk ke semifinal kembali dikalahkan saat perebutan 3-4 semalam. hayo Pendukung Maroko tetap semangat di Piala Dunia 5 tahun kedepan. (kartini)






