LiteX.co.id, Olahraga – Tim Nasional Spanyol sukses merengkuh takhta tertinggi sepak bola dunia usai sepak bola dunia usai menumbangkan sang juara bertahan, Argentina, dalam laga puncak Piala Dunia 2026.
Pertandingan sengit yang dihelat di Stadion MetLife (New York New Jersey Stadium), Amerika Serikat, pada Senin (20/07/2026) dini hari WIB tersebut berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk skuad La Furia Roja.
Kemenangan dramatis ini tidak diraih dengan mudah.
Setelah bermain imbang tanpa gol selama 90 menit waktu normal, pelatih Luis de la Fuente mengandalkan para pemain penggantinya untuk memecah kebuntuan.
Pahlawan kemenangan Spanyol akhirnya muncul pada menit ke-106 di babak perpanjangan waktu.
Berawal dari umpan sundulan matang Nico Williams, Ferran Torres yang masuk di pertengahan babak kedua sukses merobek jala gawang Emiliano Martinez lewat tembakan mematikan ke sudut atas gawang.
Secara statistik, Spanyol memang tampil sangat dominan sepanjang pertandingan dengan penguasaan bola menyentuh angka 66 persen serta mencatatkan puluhan tembakan.
Di kubu seberang, La Albiceleste asuhan Lionel Scaloni justru kesulitan mengembangkan permainan.
Argentina terkunci rapat oleh pertahanan berlapis Spanyol hingga nyaris tidak mampu mencatatkan tembakan tepat sasaran selama 120 menit jalannya laga.
Derita Argentina semakin bertambah ketika gelandang andalan mereka, Enzo Fernandez, harus diusir keluar lapangan pada pengujung babak kedua (menit ke-90+3) usai menerima kartu kuning kedua akibat melanggar Pau Cubarsi dengan keras.
Bermain dengan 10 orang membuat Argentina semakin kesulitan membalas ketertinggalan setelah gol Torres tercipta.
Kegagalan ini memupus ambisi besar Lionel Messi dan kolega untuk mencetak sejarah back-to-back juara Piala Dunia, sebuah rekor yang sejauh ini hanya mampu dilakukan oleh Italia dan Brasil.
Meski begitu, Messi yang kini berusia 39 tahun tetap menorehkan rekor pribadi sebagai pemain pertama yang tampil sebagai starter di tiga laga final Piala Dunia (2014, 2022, dan 2026).
Di sisi lain, trofi ini menjadi gelar juara dunia kedua bagi Spanyol sejak kejayaan perdana mereka pada edisi 2010 silam.
Gelar ini sekaligus menyempurnakan rentetan rekor gemilang skuad La Roja di sepanjang turnamen.
Penjaga gawang Unai Simon dianugerahi penghargaan Golden Glove usai timnya tampil solid dan hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan.
Selain itu, pelatih Luis de la Fuente mencatatkan sejarah baru sebagai juru taktik tertua yang menjuarai ajang ini pada usia 65 tahun.
Kesuksesan ini juga menjadi momen emas bagi bintang muda berusia 19 tahun, Lamine Yamal, yang sukses mengawinkan gelar Euro 2024 dengan trofi Piala Dunia 2026, sekaligus menandai era dinasti baru bagi sepak bola Spanyol.






