LiteX.co.id, Luwu – STIKES Datu Kamanre di Belopa, Kabupaten Luwu, dinilai semakin berkembang dan mulai menarik minat mahasiswa dari luar daerah, bahkan luar Sulawesi Selatan.
Praktisi hukum sekaligus tokoh masyarakat Luwu, Jurimin Djufri, menilai kampus tersebut kini menunjukkan kemajuan dari sisi pengembangan, fasilitas, hingga daya tarik bagi calon mahasiswa.
“Untuk apa jauh-jauh pergi mencari kampus, di kota kita sendiri ada STIKES Datu Kamanre yang siap membina dan mendidik putra-putri kita,” kata Jurimin.
Menurut dia, keberadaan perguruan tinggi di daerah seharusnya menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan masyarakat, khususnya bagi lulusan SMA di Luwu.
Jurimin bahkan mengaku akan memasukkan anaknya ke STIKES Datu Kamanre setelah lulus sekolah nanti. Pernyataan itu, kata dia, merupakan bentuk kepercayaan terhadap kampus yang berada di ibu kota Kabupaten Luwu tersebut.
Ia mengungkapkan, mahasiswa baru di STIKES Datu Kamanre tidak hanya berasal dari Luwu, tetapi juga dari luar Sulawesi Selatan. Beberapa di antaranya berasal dari Papua dan Medan.
Menurut Jurimin, kehadiran mahasiswa dari luar daerah menunjukkan kampus lokal juga mampu bersaing jika dikelola dengan baik.
“Ini menunjukkan kemajuan STIKES Datu Kamanre yang mulai memperlihatkan kemampuannya dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat Kabupaten Luwu dan Indonesia pada umumnya,” ujarnya.
Salah satu fasilitas yang dinilai menjadi daya tarik adalah asrama gratis bagi mahasiswa luar daerah. Fasilitas itu dianggap membantu mahasiswa yang datang dari luar kampung halaman untuk menempuh pendidikan di Belopa.
Di balik perkembangan tersebut, nama Ketua STIKES Datu Kamanre, Andi Zullylat Tazlilah Basmin, turut mendapat perhatian. Jurimin menilai doktor muda itu membawa semangat baru dalam pengelolaan kampus.
“Menurut penilaian kami, perkembangan STIKES Datu Kamanre saat ini sangat luar biasa. Setelah dipimpin seorang doktor muda, kita melihat kampus ini semakin menunjukkan kemajuan,” ungkapnya.
Jurimin menyebut STIKES Datu Kamanre sebagai aset daerah yang perlu mendapat dukungan dari masyarakat, pemerintah, dunia usaha, alumni, dan para pemangku kepentingan.
Ia juga berharap perjuangan kampus tersebut untuk bertransformasi menjadi universitas dapat segera terwujud. Menurutnya, perubahan status itu akan membuka ruang pengembangan pendidikan yang lebih luas dan memperkuat posisi kampus di tengah masyarakat.
“Yang kita pikirkan adalah bagaimana anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang baik dan berkualitas. Kalau bisa dilakukan di daerah sendiri, tentu akan lebih baik karena mereka tetap bisa dekat dengan keluarga dan lingkungan,” katanya.
Jurimin berharap di bawah kepemimpinan Andi Tazlilah Basmin, STIKES Datu Kamanre dapat terus berkembang dan memberi kontribusi lebih besar bagi dunia pendidikan, khususnya di Luwu.






