Don't Show Again Yes, I would!

Tinggalkan Papua, Rahel Pilih STIKES Datu Kamanre untuk Wujudkan Cita-Cita

LiteX.co.id, Luwu – Jauh dari tanah kelahirannya di Papua, seorang gadis bernama Rahel Mirjan Yikwa datang ke Belopa, Kabupaten Luwu, dengan membawa sejuta harapan. Bukan sekadar untuk menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga mewujudkan harapan orang tua yang ingin melihat anaknya memiliki masa depan yang lebih baik.

Rahel merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Lahir pada 2006 dan berasal dari Suku Lany, salah satu suku yang berada di Papua, Rahel memilih meninggalkan daerah asalnya untuk melanjutkan pendidikan di STIKES Datu Kamanre Belopa untuk menjadi seorang perawat.

Keputusan tersebut tentu bukan hal yang sederhana. Belopa merupakan daerah yang jauh dari kampung halamannya. Terlebih, Rahel mengaku tidak memiliki sanak saudara di daerah tersebut.

Namun, kondisi itu tidak menyurutkan langkahnya. Setelah mendapatkan informasi mengenai STIKES Datu Kamanre, semangat Rahel untuk melanjutkan pendidikan semakin kuat. Salah satu hal yang membuatnya mantap adalah adanya fasilitas asrama gratis yang disiapkan pihak kampus bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah.

Fasilitas tersebut menjadi salah satu alasan yang membantu Rahel berani mengambil kesempatan untuk menempuh pendidikan jauh dari keluarga.

“Awalnya memang ada rasa khawatir karena saya tidak punya keluarga di Belopa. Tapi setelah mengetahui ada asrama gratis untuk mahasiswa dari luar daerah, saya menjadi lebih semangat untuk kuliah di sini,, dan ternyata sesuai estimasi kami , asramanya sangat nyaman,” ungkap Rahel.

Bagi Rahel, berada jauh dari keluarga bukan berarti harus merasa sendiri. Selama menjalani perkuliahan di STIKES Datu Kamanre, ia justru menemukan lingkungan yang membuatnya merasa nyaman. “Teman-teman di sini rama-ramah tidak pernah mendiskreditkan saya meskipun saya sedikit berbeda dengan mereka,’ ungkapnya.

Ia mengaku tidak hanya nyaman dengan suasana belajar di lingkungan kampus, tetapi juga merasakan keramahan dari teman-teman kuliahnya serta kebaikan para dosen yang mendampinginya selama menjalani pendidikan.

“Teman-teman di sini baik dan ramah. Dosen juga baik kepada kami. Jadi meskipun jauh dari keluarga, saya merasa nyaman berada di sini,” tuturnya.

Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Rahel menyadari bahwa keberadaannya di bangku kuliah bukan hanya untuk dirinya sendiri. Ada harapan besar yang dibawa dari rumah, terutama dari sang ibu, Merri Yikwa.

Menjadi anak pertama membuat Rahel memahami bahwa dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk membanggakan orang tua. Pendidikan yang sedang ditempuhnya menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan harapan tersebut. Pulang menjadi perawat di tanah kelahiran.

Ia pun bertekad menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh hingga menyelesaikan studinya, S1 Keperawatan.

Kehadiran Rahel di STIKES Datu Kamanre sekaligus menambah daftar mahasiswa asal Papua yang memilih melanjutkan pendidikan di kampus yang berada di Kabupaten Luwu tersebut.

Papua sendiri dikenal luas sebagai tanah yang kaya akan keberagaman suku dan budaya, termasuk sebagai latar cerita dalam film “Matahari di Timur”. Kini, salah satu putri Papua hadir di Belopa untuk menuntut ilmu dan membangun masa depannya.

Perjalanan Rahel menjadi gambaran bahwa pendidikan dapat mempertemukan anak-anak muda dari berbagai daerah dalam satu lingkungan. Jarak geografis dan perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk belajar, berinteraksi, dan tumbuh bersama.

Di balik keberaniannya meninggalkan tanah kelahiran, tersimpan satu harapan sederhana: kelak pendidikan yang ditempuhnya dapat menjadi kebanggaan bagi keluarga, khususnya sang ibu, Merri Yikwa.

Dari Papua ke Belopa, Rahel membawa bukan hanya pakaian dan perlengkapan kuliah. Ia juga membawa doa, harapan, dan impian besar keluarganya untuk masa depan.

Kini, di lingkungan STIKES Datu Kamanre, langkah itu perlahan ia mulai menuntut ilmu, membangun persahabatan, dan mempersiapkan diri untuk suatu hari kembali membawa kebanggaan bagi keluarganya. (echa)

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *