Don't Show Again Yes, I would!

Eskalasi Demo Luwu Raya: Alat Berat Dikerahkan Tutup Jalan di Padang Sappa

LiteX.co.id, Luwu – Situasi di Tana Luwu kian memanas menjelang malam.

Aksi unjuk rasa menuntut pembentukan DOB Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya tidak menunjukkan tanda-tanda surut, justru mengalami eskalasi drastis pada Senin (26/01/2026) sore.

Meski Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya telah memberikan sinyal positif terkait pertimbangan pencabutan moratorium pada siang harinya, massa di akar rumput tampaknya belum puas dan memilih menaikkan tensi tekanan.

Hingga sore, aksi blokade jalan atau yang diserukan sebagai gerakan “Lockdown Luwu Raya” dilaporkan berlanjut dan meluas di sejumlah titik vital jalur Trans Sulawesi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, titik-titik lumpuh total tersebar mulai dari Ibu Kota Belopa, kawasan Lare-lare, Desa Lalong, hingga Jembatan Miring (Jemmir) yang merupakan akses krusial penghubung Kabupaten Luwu dan Kota Palopo.

Pemandangan paling dramatis dan menegangkan terjadi di wilayah Padang Sappa, Kabupaten Luwu.

Jika di titik lain blokade umumnya menggunakan pembakaran ban bekas, kayu balok, atau truk tronton, massa di Padang Sappa melakukan aksi yang jauh lebih nekat.

Mereka memblokade jalan dengan cara melintangkan satu unit alat berat jenis ekskavator tepat di tengah badan jalan Trans Sulawesi.

Posisi ekskavator yang menutup penuh lebar jalan membuat akses lalu lintas di wilayah tersebut mati total. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak memiliki celah sedikitpun untuk melintas.

Akibat blokade ekstrem ini, antrean kendaraan dari arah Makassar terlihat panjang.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *