LiteX.co.id, Palopo – Kabut asap yang menyelimuti Kota Palopo dalam beberapa waktu terakhir belum diikuti lonjakan signifikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palopo, Irsan Anugrah, berdasarkan data yang dihimpun dari sejumlah puskesmas selama Juli hingga September 2026.
Irsan menjelaskan, dalam tiga bulan tersebut, Kota Palopo mengalami musim kemarau dengan intensitas hujan yang sangat rendah.
Kondisi itu juga diperparah dengan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap di sejumlah wilayah.
Menurutnya, kabut asap yang terjadi bahkan sempat mengganggu jarak pandang masyarakat.
Pegunungan hingga laut yang biasanya terlihat dari kawasan tertentu menjadi sulit terlihat.
“Saya kebetulan berdomisili di Salobulo yang berada pada daerah ketinggian. Laut pun kadang-kadang tidak terlihat,” ungkapnya.
Meski demikian, Irsan mengatakan bahwa berdasarkan data yang dihimpun Dinkes dari fasilitas pelayanan kesehatan, belum ditemukan peningkatan kasus ISPA secara signifikan.
“Kalau mengacu ke data yang kami olah di puskesmas, kemudian direkap di Dinkes, sebenarnya lonjakan kasus yang signifikan itu, alhamdulillah, di Kota Palopo tidak menunjukkan kondisi seperti itu,” jelasnya.
Ia menyebutkan, jumlah kasus ISPA selama Juli, Agustus, dan September 2026 cenderung mengalami fluktuasi atau naik turun setiap bulannya.
“Untuk ISPA justru fluktuatif. Kadang turun, kadang naik tiga bulan terakhir ini. Tidak ada lonjakan kasus yang signifikan,” katanya.
Kendati belum ditemukan lonjakan kasus, Dinkes Palopo tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, demam, maupun gangguan pernapasan lainnya.






