Don't Show Again Yes, I would!

SK dari Nasdem Viral di Medsos, Hayarna Hakim Gantikan RMS di Senayan

Foto: ist

LiteX.co.id, Jakarta – Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya sebuah Surat Keputusan (SK) dari Partai NasDem terkait penunjukan Hayarna Hakim sebagai pengganti Rusdi Masse (RMS) di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Berdasarkan dokumen yang beredar luas tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem secara resmi mengusulkan nama Hayarna Hakim untuk mengisi kursi RMS di Senayan.

Tokoh perempuan yang akrab disapa Etta dan pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Luwu tersebut, diajukan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melalui mekanisme Penggantian Antarwaktu (PAW).

Pengajuan nama kandidat baru ini merujuk pada penerbitan SK Nomor 143/Kpts/DPP-NasDem/IV/2026 yang dikeluarkan pada Selasa (07/04/2026).

Surat penetapan itu sekaligus mengatur secara resmi mekanisme pemberhentian RMS dan penunjukan Hayarna Hakim sebagai figur penggantinya.

Merujuk pada isi SK yang kini viral itu, proses penunjukan pengganti ini juga melibatkan hasil rapat bersama jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Sulawesi Selatan.

Nantinya, Hayarna dijadwalkan akan melanjutkan sisa masa jabatan RMS untuk periode 2024–2029.

Penetapan Hayarna melalui mekanisme PAW dinilai oleh banyak pihak sebagai keputusan yang sangat tepat.

Ia dianggap memiliki basis dukungan massa yang kuat, di samping pengalaman politiknya yang sudah tidak diragukan lagi.

Rekam jejaknya mencatat bahwa ia pernah menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu selama dua periode serta sukses menduduki kursi Ketua DPRD setempat.

Saat ini, jajaran pengurus NasDem Sulawesi Selatan diketahui tengah berkoordinasi secara intensif dengan Sekretariat DPR RI dan KPU guna menyelesaikan seluruh tahapan administrasi pelantikan.

Terbitnya keputusan pengangkatan ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi publik mengenai sosok pengganti Rusdi Masse, yang sebelumnya telah memutuskan hengkang ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Meski dokumen SK telah beredar luas, sejumlah pihak di internal partai masih terkesan bungkam. Salah seorang pengurus NasDem di Kabupaten Luwu enggan memberikan penjelasan saat dikonfirmasi terkait kebenaran dokumen tersebut.

Hal senada juga ditunjukkan oleh Adiatma, salah satu figur terkait yang dihubungi oleh awak media untuk dimintai keterangan. “No comment saya,” ujarnya singkat melalui sambungan telepon.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *