LiteX.co.id, Luwu – Mahasiswa STIKES Datu Kamanre mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya mengelola keuangan secara sehat sejak dini. Materi tersebut disampaikan Pimpinan Cabang (Pincab) BPD Sulselbar Luwu, Hamdan Yunus, dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Rabu (12/08).
Dalam materinya, Hamdan Yunus menekankan bahwa kemampuan mengelola keuangan merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki mahasiswa. Pengelolaan keuangan yang baik, kata dia, dapat membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan selama masa perkuliahan hingga mempersiapkan diri memasuki dunia kerja dan kehidupan berumah tangga.
Hamdan menjelaskan, salah satu cara sederhana membangun kebiasaan keuangan yang sehat adalah menyisihkan sekitar 10 persen dari penghasilan atau uang yang dimiliki setiap bulan untuk ditabung.
Menurutnya, menabung harus dilakukan secara konsisten dan menjadi prioritas, bukan sekadar menyimpan uang yang tersisa setelah seluruh kebutuhan dan keinginan terpenuhi.
“Jangan berbelanja terlebih dahulu, kemudian jika ada sisa baru ditabung. Justru sisihkan terlebih dahulu untuk tabungan, kemudian gunakan sisanya untuk kebutuhan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Menurut Hamdan, kemampuan menentukan skala prioritas menjadi salah satu kunci agar pengeluaran tidak melebihi pemasukan.
Hamdan menyebut, kondisi keuangan dapat dikatakan tidak sehat apabila jumlah pengeluaran lebih besar dibandingkan pemasukan. Karena itu, mahasiswa perlu melakukan penghematan dengan cara menghitung dan mengevaluasi kebutuhan sebelum mengeluarkan uang.
“Kalau pengeluaran lebih besar dari pemasukan, itu berarti keuangan tidak sehat. Maka harus mulai melakukan penghematan dan menghitung kembali apa saja yang benar-benar menjadi kebutuhan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hamdan menjelaskan bahwa salah satu indikator kondisi keuangan yang sehat adalah memiliki saldo atau dana cadangan yang memadai, setidaknya sekitar empat kali kebutuhan rutin.
Selain menabung, Hamdan juga mengajak mahasiswa untuk membangun kebiasaan berbagi melalui sedekah. Di sela-sela materinya, ia memperkenalkan konsep menabung secara syariat dengan mengaitkannya dengan anjuran bersedekah.
“Menabung bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri. Kita juga perlu menyisihkan sebagian yang kita miliki untuk berbagi melalui sedekah,” katanya.
Pada bagian akhir materi, Hamdan memperkenalkan sejumlah pilihan investasi yang tersedia melalui BPD Sulselbar. Ia memberikan pemahaman kepada mahasiswa agar mulai mengenal investasi dan memanfaatkan produk keuangan secara bijak sesuai kemampuan dan kebutuhannya.
Hamdan juga memberikan peringatan kepada mahasiswa agar tidak mudah terjebak dalam pinjaman online (pinjol) maupun praktik keuangan ilegal yang dapat menimbulkan masalah finansial di kemudian hari.
Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan keuangan yang disiplin sejak bangku kuliah. Dengan pengelolaan yang baik, mahasiswa diharapkan mampu menjalani masa perkuliahan dengan lebih terencana serta memiliki kesiapan finansial ketika memasuki dunia kerja dan kehidupan mandiri.
Materi tersebut menjadi bagian dari pembekalan mahasiswa baru STIKES Datu Kamanre agar tidak hanya memiliki kesiapan akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat menunjang kehidupan mereka di masa mendatang. (echa)






