Don't Show Again Yes, I would!

Pemkab Luwu Sambut Pengabdian 55 Mahasiswa KKN Unhas di Ruang Lounge Kantor Bupati

Bupati Luwu Patahudding menyambut 55 mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116. Ia menekankan pentingnya program kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat desa.

LiteX.co.id, Luwu – Ruang Lounge Kantor Bupati Luwu dipenuhi semangat pengabdian saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu menyambut kedatangan rombongan akademisi dari Makassar.

Bupati Luwu, Patahudding, secara resmi menerima kehadiran 55 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Jumat (03/07/2026).

Kedatangan para agen perubahan muda ini diharapkan mampu meneteskan kontribusi konkret dalam mendorong akselerasi pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di berbagai pelosok desa.

Mengawali prosesi penyambutan tersebut, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Luwu, Hidayah, memberikan laporan terkait proyeksi penempatan mahasiswa.

Dalam pemaparannya, pihak Pemkab Luwu sejatinya telah melayangkan usulan kuota hingga 500 mahasiswa agar mampu menjangkau seluruh desa di delapan kecamatan secara merata.

Kendati demikian, mengikuti regulasi dan kebijakan distribusi dari kampus Unhas, Kabupaten Luwu akhirnya mendapatkan alokasi 55 mahasiswa yang siap menjalani masa pengabdian selama kurang lebih 45 hari ke depan.

Puluhan mahasiswa tersebut nantinya akan disebar ke delapan wilayah kecamatan, di antaranya Kecamatan Bajo Barat, Kamanre, Larompong, Larompong Selatan, Suli, dan Suli Barat.

Hidayah turut melontarkan apresiasi mendalam kepada Bupati Luwu yang tetap menyempatkan diri menyambut rombongan mahasiswa secara langsung, meskipun saat ini jadwal pemerintahan tengah sangat padat dalam mempersiapkan perayaan Hari Jadi Kabupaten Luwu.

Sementara itu, Dosen Pembimbing KKN Universitas Hasanuddin, Awaluddin, mengekspresikan rasa terima kasih atas sambutan penuh kekeluargaan dari jajaran Pemkab Luwu.

Ia mencatat bahwa histori kolaboratif antara Unhas dan Kabupaten Luwu telah terbangun amat kuat sejak lama.

Bahkan, banyak alumni kampus merah yang dulunya mengabdi sebagai mahasiswa KKN di daerah ini, kini telah sukses menduduki posisi strategis di berbagai sektor kemasyarakatan.

“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut. Kehadiran mahasiswa KKN di Kabupaten Luwu ibarat menghadirkan kampus Universitas Hasanuddin di tengah masyarakat. Semoga semangat dan ide-ide yang dimiliki mahasiswa dapat bersinergi dengan pemerintah desa dalam membantu pembangunan di lokasi penempatan,” ungkap Awaluddin.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Luwu, Patahudding, menyambut hangat kedatangan para peserta KKN Gelombang 116 Unhas.

Menurutnya, interaksi antara dunia kampus dan masyarakat pedesaan akan menciptakan suplai energi baru bagi pemerintah daerah untuk memajukan wilayahnya.

Namun, pimpinan daerah itu memberi catatan tegas agar esensi “Kerja Nyata” tidak sekadar menjadi slogan formalitas belaka, melainkan dirancang sesuai riil kebutuhan dan potensi desa sasaran.

“Namanya Kuliah Kerja Nyata, berarti kerjanya juga harus nyata. Jangan sampai program yang dibuat tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Susun kegiatan yang benar-benar memberi manfaat dan mampu membantu pemerintah desa maupun masyarakat,” tegas Patahudding memberikan pesan moril kepada mahasiswa.

Di hadapan para mahasiswa, Patahudding juga memanfaatkan momen tersebut untuk memaparkan sederet program prioritas Pemkab Luwu, terutama di sektor pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

Ia membeberkan jaminan kemudahan akses medis, di mana warga Luwu kini cukup memperlihatkan KTP untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis yang dibiayai melalui skema BPJS Kesehatan.

Tidak hanya itu, menjelang perayaan Hari Jadi Kabupaten Luwu ke-67, pimpinan daerah itu mengajak seluruh peserta KKN untuk berbaur dan memeriahkan rangkaian agenda daerah bersama masyarakat.

Acara penyambutan ini resmi ditutup dengan penyerahan mahasiswa KKN kepada para camat dari masing-masing wilayah penempatan yang turut hadir di lokasi.

Patahudding menaruh harapan besar agar pengabdian selama satu setengah bulan ke depan dapat meninggalkan jejak program kerja yang berkelanjutan serta memberi kesan mendalam bagi kemajuan daerah.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *