LiteX.co.id, Luwu – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Datu Kamanre, Dr. (Can). Andi Zullylat Tazlilah Basmin, SH., MH., C.QAP., CLA, tampil penuh optimisme saat memimpin Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Diploma di Aula Bappeda Kabupaten Luwu, Senin (12/01/2026).
Dalam laporan akademiknya, Andi Zullylat tidak hanya melepas para wisudawan, tetapi juga menegaskan lompatan besar yang tengah dilakukan institusi yang dipimpinnya, mulai dari digitalisasi kampus hingga persiapan alih status menjadi universitas.
Andi Zullylat memaparkan, sejak diresmikan pada 25 Maret 2016, STIKES Datu Kamanre terus menunjukkan grafik pertumbuhan yang positif.
ari yang awalnya hanya mengelola dua program studi (Prodi), kini telah berkembang menjadi empat Prodi, yakni S1 Keperawatan, D3 Kebidanan, serta dua prodi baru S1 Administrasi Kesehatan dan S1 K3, yang seluruhnya telah terakreditasi.
“Kualitas adalah harga mati bagi kami. Alhamdulillah, seluruh dosen kami telah memiliki jabatan akademik Asisten Ahli dan Lektor. Tahun ini, InsyaAllah ada tiga dosen yang memenuhi syarat naik ke Lektor Kepala. Kami juga memiliki tujuh dosen bersertifikat Auditor Mutu Internal, sehingga penjaminan mutu antar prodi bisa berjalan mandiri dan ketat,” tegas Andi Zullylat.
Satu poin menarik yang ditekankan Andi Zullylat dalam pidatonya adalah komitmen kampus untuk “memanjakan” mahasiswa melalui kemudahan teknologi dan fasilitas.
Menggandeng platform SEVIMA, STIKES Datu Kamanre kini menerapkan sistem paperless.
“Kami ingin mahasiswa mudah. Urus KRS cukup dari HP, bayar uang semester lewat aplikasi, dan tugas tidak perlu lagi diprint. Ruang kelas juga kami benahi dengan pendingin ruangan dan TV android agar suasana belajar semakin nyaman,” ungkapnya.
Tak hanya soal teknologi, kepedulian sosial juga menjadi sorotan Ketua STIKES. Ia menyadari banyak bakat cerdas di Luwu yang terkendala biaya.
Oleh karena itu, pihaknya menyediakan asrama gratis di dalam lingkungan kampus untuk memangkas biaya transportasi mahasiswa.
Menutup laporannya, Andi Zullylat menegaskan bahwa meski biaya operasional kampus tinggi, komitmen Yayasan Mitra Bahari Katangka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa membuat segala aktivitas akademik tetap berjalan maksimal tanpa membebani mahasiswa secara berlebihan.
“93 persen alumni kami telah bekerja dan tersebar di berbagai instansi. Ini bukti bahwa fokus kami pada manajemen internal, Tri Dharma, dan pelayanan mahasiswa telah membuahkan hasil nyata,” pungkasnya.
Acara wisuda ini turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Mitra Bahari Katangka Dr. Hj. Hayarna Basmin, SH., M.Si, Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah IX Syahruddin, ST., MM, serta Asisten II Setda Luwu Suparman, S.Kom.






