Don't Show Again Yes, I would!

Hendra Taro: Antisiapsi Konflik Karyawan di Morowali Kami Bentuk Tim Gankso

LiteX.co.id, MOROWALI – Menanggapi kericuhan yang terjadi di Morowali Utara antara para karyawan perusahaan, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Bugis Morowali (KKBM), Hendra Taro, mengatakan, In Syaa Allah hal semacam ini tidak terjadi di Morowali. Minggu (15/1).

Wawancara via telpon pada redaksi LiteX.co.id, Hendra meyakini kondisi akan selalu kondusif, “ karena kami sudah bentuk tim Pencegahan Komplik Sosial (Gankso) yang di dalamnya semua ada ketua para kerukunan hal sekecil apapun yg berdampak ke konflik lansung kami tangani bersama team,” ungkapnya.
Lanjutnya, khusus kerukunan bugis sejauh ini selalu mengutamakan dialog apabila ada masalah dengan mempercayakan semua ke pengurus kerukunan. Tentunya ini bukanlah jaminan tidak terjadi perselisihan namun setidaknya ada upaya pencegahan dengan membentuk tim Gansko.

Diketahui beredar, video kericuhan dua kelompok karyawan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Sabtu (14/01/2023) sekira pukul 21.00 Wita.

Informasi diperoleh dari berbagai group kericuhan itu melibatkan tenaga kerja asing dengan tenaga kerja lokal.

Dari berbagai sumber mengatakan pertikaian ini antara karyawan. “Pertikaian kedua kelompok dari pagi sampai malam hari, api berkobar di tengah kerumunan massa,” ujar salah satu sumber, Sabtu (14/01).
Sejumlah karyawan perempuan dari Indonesia juga mendapat kekerasan dari tenaga kerja asing. “ banyak juga karyawan Indonesia mengalami luka-luka,” ungkapnya.

Sampai saat ini pihak keamanan dan pemerintah setempat belum juga datang di lokasi pertikian untuk melerai kerusuhan tersebut.

Kondisi konflik di Morowali Utara bukan kali ini saja terjadi, tahun 2022 juga terjadi demo yang nyaris membuat antara karyawan dan pihak manajemen salah satu perusahaan swasta di daerah itu nyaris ricuh.

Bak langganan masalah, beberapa waktu lalu, gelombang protes juga menghantam manajemen PT Central Omega Resources Industri Indonesia (CORII). Kali ini datang dari Solidaritas Buruh dan Rakyat Bersatu, Morowali Utara. Aksi itu bahkan berujung ricuh.

Bagai tak henti mendapatkan aksi demonstrasi, perusahaan asing di Morowali Utara juga pernah di demo oleh massa gabungan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) Ganda Ganda berkolaborasi masyarakat Desa Ganda Ganda, Kecamatan Petasia itu, awalnya menjaga sikap. Terlihat saat orasi di sepanjang jalan dari dusun II hingga dusun V Lambolo, Desa Ganda Ganda. Sikap serupa masih berlanjut ketika ratusan masa berorasi di depan gerbang PT CORII di dusun tersebut.
Situasi mulai bergejolak, saat manajer HRD PT CORII Yulius tiba-tiba memarkir kendaraannya di depan mobil komando. Pasalnya setelah mendekati massa aksi, Yulius langsung terlibat adu argumen tanpa terlebih dahulu mendengarkan aspirasi warga.

Dalam orasinya, Takdir mendesak dilakukan pertemuan bersama antara PT CORII, pihak Pemerintah Daerah dan masyarakat Ganda Ganda, selambatnya. Mereka juga meminta Pemkab dan DPRD Morut segera membuat landasan hukum tentang pelaksanaan realisasi dana CSR atau dana kompensasi masyarakat wilayah sekitar tambang.

Selanjutnya mendesak Pemkab dan Pemprov Sulawesi Tengah agar bersama-sama masyarakat Ganda Ganda melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan amanat analisis dampak lingkungan perusahaan ini. Selain itu, masa aksi juga meminta klarifikasi anak perusahaan PT COR Tbk ini terkait keberadaan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) PT COR II yang menggeser keberadaan TKBM Ganda Ganda.

Kali ini bukan lagi antara karyawan dan pihak manajemen perusahaan tapi kericuhan sudah antara pekerja lokal dan asing yang bertikai. (kartini)

Share:

Ocha

Seorang pengembang muda yang saat ini tengah mencari peluang kerja di Jepang. Memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi, budaya pop, dan fiksi detektif. Saat tidak sibuk mengotak-atik kode, ia senang membaca novel misteri dan membayangkan diri sebagai “Sherlock Holmes” versi Indonesia. Pecinta musik, terutama karya-karya NewJeans—yang menurutnya, akan selalu abadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *