LiteX.co.id, Luwu Utara – Dunia balap motor Indonesia tengah berduka atas kepergian salah satu putra terbaik bangsa, Awhin Sanjaya.
Pembalap nasional asal Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan ini dikenal sebagai rider bertalenta besar yang menorehkan prestasi gemilang dari level nasional hingga kancah Asia.
Sepanjang kariernya, Awhin tampil konsisten dan kompetitif di berbagai ajang bergengsi.
Namanya harum sebagai salah satu pembalap terbaik Indonesia di kelas sport dan underbone.
Puncak prestasi internasionalnya diraih pada ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019, di mana ia sukses menyabet posisi Runner-up kelas AP250.
Capaian tersebut menempatkan Awhin sebagai elit pembalap Indonesia yang mampu bersaing ketat dengan rider terbaik se-Asia.
Dominasinya juga tak terbantahkan di level nasional. Pada Grand Final Motoprix Indonesia 2016 yang digelar di Sidrap, Sulawesi Selatan, Awhin berhasil meraih gelar Juara Nasional kelas MP2.
Pada tahun yang sama, ia juga menyabet gelar Juara Region MP2 Motoprix.
Reputasi mentereng ini mengantarkan Awhin menjadi pembalap binaan tim pabrikan raksasa, Astra Honda Racing Team (AHRT).
Hingga akhir hayatnya, performa Awhin tetap terjaga. Teranyar, pada ajang JRS Cup Race 2025 di Timika, ia tampil impresif dengan meraih podium juara di kelas Underbone, membuktikan mental juaranya tak pernah luntur.
Selain prestasi individu, latar belakang keluarga Awhin menjadi sorotan tersendiri.
Keluarga Sanjaya dikenal luas dalam kancah balap motor Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi, hingga kerap dijuluki sebagai “Dinasti Pembalap”.
Julukan ini melekat lantaran tiga putra dari keluarga ini sama-sama menekuni profesi sebagai pembalap motor profesional.
Almarhum Awhin Sanjaya merupakan putra tertua sekaligus panutan bagi kedua adiknya.
Jejak emasnya diikuti oleh Awadh Sanjaya, adik kedua yang aktif dan berprestasi di kancah balap nasional seperti Motoprix dan OnePrix.
Sementara itu, Afhil Sanjaya, sang anak ketiga, juga mengikuti jejak kakak-kakaknya, menunjukkan konsistensi keluarga Sanjaya dalam melahirkan talenta berbakat dari Sulawesi Selatan.
Kepergian Awhin secara tragis saat berlaga pada Final Sumatera Cup Prix (SCP) 2025 di Jambi, pada Minggu (14/12/2025), meninggalkan duka mendalam bagi istri, satu orang anak, dan seluruh komunitas balap.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya mengharumkan nama daerah, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berencana mengabadikan nama Awhin Sanjaya sebagai salah satu nama jalan di Masamba, ibu kota Kabupaten Luwu Utara.
Rencana tersebut disampaikan perwakilan pemerintah daerah saat prosesi pelepasan jenazah. Sebelumnya, dedikasi Awhin juga pernah diganjar beasiswa pendidikan S1 dan S2 oleh pemerintah setempat.
Kini, meski sang panutan telah berpulang, warisan prestasi dan semangat juang “Dinasti Pembalap” keluarga Sanjaya diharapkan terus menyala melalui adik-adiknya, sekaligus menjaga tradisi juara di lintasan aspal.






