Don't Show Again Yes, I would!

Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Bupati Luwu Proyeksikan Kenaikan Pendapatan Signifikan pada 2028

LiteX.co.id, Luwu – Pemerintah Kabupaten Luwu terus menunjukkan komitmen kuatnya dalam mengembangkan sektor agraris.

Hal ini dibuktikan langsung oleh langkah Bupati Luwu, Patahudding, yang turun meninjau perkebunan kakao milik warga yang telah tersertifikasi sebagai sumber benih biji dan entres di Desa Padang Kamburi, Kecamatan Bupon, pada Sabtu (25/04/2026).

Peninjauan tersebut difokuskan di area perkebunan milik dua warga setempat, yakni Malle dan Rahman.

Lahan pertanian mereka diketahui telah berhasil mengantongi sertifikasi sumber benih resmi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka).

Sertifikasi ini menjadi jaminan mutlak atas kualitas bibit kakao yang dihasilkan, sekaligus menjadi fondasi kuat untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan daerah.

Dalam kesempatan tatap muka tersebut, Patahudding menjelaskan bahwa saat ini terdapat beberapa jenis klon unggul kakao yang telah berhasil dikembangkan di wilayah Kabupaten Luwu.

Beberapa klon yang telah bersertifikasi tersebut di antaranya adalah klon ICCRI, Buntu Batu (BB), klon 45, serta klon Sulawesi 2 (S2).

Melihat kualitas yang sangat menjanjikan, ia turut mengajak daerah-daerah lain yang membutuhkan suplai bibit kakao unggul agar menjadikan Kabupaten Luwu sebagai pusat rujukan sumber benih, mengingat legalitas dan mutunya telah teruji secara ilmiah.

Menurut Bupati Luwu, rencana distribusi bantuan bibit kakao dari pemerintah pusat sebanyak 8 juta pohon yang diperuntukkan bagi daerahnya akan bersumber seratus persen dari kebun-kebun warga yang telah tersertifikasi tersebut.

“Alhamdulillah dengan adanya program dari Bapak Presiden RI melalui Kementerian Pertanian, kita mendapatkan bantuan 8 juta bibit kakao untuk Kabupaten Luwu,” ujar Patahudding penuh rasa syukur.

Demi menyukseskan program berskala besar ini, ia sangat berharap agar seluruh penyuluh pertanian dan instansi terkait dapat terlibat aktif di lapangan. Pendampingan yang intensif kepada masyarakat dinilai sangat vital agar program pemerintah pusat ini benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkesinambungan bagi para petani.

“Saya yakin bantuan ini dapat meningkatkan penghasilan masyarakat. Apalagi lebih dari 70 persen masyarakat kita adalah petani, dan kita optimistis ketika program ini berjalan baik, pada 2028–2029 nanti pendapatan mereka akan meningkat tajam,” tambahnya memotivasi para peserta yang hadir.

Tidak hanya berfokus pada perbaikan di sektor hulu, Pemerintah Kabupaten Luwu rupanya juga tengah merancang program hilirisasi kakao.

Langkah ini diwujudkan melalui rencana pembangunan fasilitas pabrik pengolahan berskala kecil yang akan dikelola bersama kelompok tani di wilayah Barambing.

Upaya strategis ini diharapkan mampu mendongkrak nilai tambah produk olahan kakao sekaligus memperkuat pilar ekonomi masyarakat setempat secara berkelanjutan.

Turut mendampingi Bupati Luwu dalam rangkaian kegiatan peninjauan lapangan ini, Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Penjabat Sekretaris Daerah Muhammad Rudi, Kepala Dinas PMD Ahmad Awwabim, Kepala Bappelitbangda Moch. Arsal Arsyad, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Islamuddin, perwakilan Pabung 1403 Suparman, para penyuluh pertanian, Kapolsek Bupon, serta Kepala Desa Padang Kamburi.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *