LiteX.co.id, LUWU – Semua tertekun, lalu sorak-sorai tepuk tangan riuh dari para tamu dan peserta memecah keheningan yang sempat terjadi beberapa detik sesaat Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Luwu, Andi Muhammad Ahkam Basmin, bercerita kisah pilu perjuangan membesarkan ormas PP di Kabupaten Luwu. Minggu (25/12) di hotel Taslilah Buntu Matabing, Larompong Selatan.
Ia memulai ceritanya, awal Pemuda Pancasila ini ada di Luwu dibawah oleh Almarhum Tahmrin ayah dari wakil ketua MPC PP Luwu sekaligus Kepala Dinas Perkim Pemkab Luwu, Sofyan Thamrin, “beliau yang membawa PP ke Tanah Luwu, mungkin saat itu karena Luwu masih sangat luas dan kewalahan dalam mensosialisasikan sehingga PP seperti tida ada, tapi pondasinya beliau yang bangun,”ujar Mantan Lurah Bara ini.
Kisah ini diceritakan saat ia diberi kesempatan memberikan sambutan pada pelantikan BKD-PP Sulsel dan BKD-PP Luwu. Melanjutkan ceritanya, tahun 2012 kondisi ormas identik dengan hitam orange ini masih tak mampu berbuat apa-apa.
Dengan nada terbatah, pria jago tembak ini melanjutkan kisah PP di masa itu, pada tahun 2013 MPC Pemuda Pancasila dikomandoi Arham Basmin Mattayang,” posisi saya saat itu sebagai ketua koti, jadi kami sekeluarga bukan Pemuda Pancasila yang baru saja dengan tiba-tiba , saya terharu melihat kondisi PP saat ini,”ujarnya di atas panggung berukuruan mini itu.
Masih kisah PP, begitu dalam perasaan Ahkam terdengar saat ceritanya sampai pada kondisi salah satu ormas terbesar di Indonesia itu namun orang malu menggunakan atributnya,” bahkan gunakan atrbut PP saja malu, tapi saya hanya berupaya berprasangka baik saja, mungkin karena belum tersosialisasi dengan baik” ungkapnya, disertai tepuk tangan dari tamu.
Meski PP berada di luar garis lingkaran pemerintahan, tapi mampu membuktikan tetap survive. Selain belum tersosialisasi dengan baik menurut Ahkam mungkin juga saat itu PP dianggap sebagai ormas yang arogan dan tidak paham pancasila ,” 2018 kami berhasil mengawal jalannya pemerintah meski berada di luar garis pemerintah dan kita tidak pernah menciderai atau mengobok-obok pemerintahan yang sah, pada tahun 2019 tongkat komando saya ambil alih” ujar putra Kedua Basmin Mattayang ini. Sebelum menutup sambutannya, ia mengaku akan merasa malu kepada para pendahulu, jika tidak mampu membawa PP lebih besar dari sebelumnya ,” itu sejarah PP di Luwu, teman-teman boleh berbangga pemuda pancasila yang besar di Luwu Raya ada di Kabupten Luwu. Pemuda pancasila ini ormas sosial ke masyarakat yang berbasis massa bukan ormas gay-gayaan” Tegasnya.(kartini)






