Don't Show Again Yes, I would!

Negara Rugi Ratusan Triliun! Ini 5 Kasus Korupsi Terbesar di Indonesia

Foto: Antara

LiteX.co.id, Nasional – Indonesia kerap menghadapi tantangan besar dalam memberantas korupsi, terutama ketika melibatkan angka fantastis yang merugikan keuangan negara.

Salah satu kasus yang saat ini tengah disorot adalah dugaan korupsi dalam Tata Kelola Minyak Mentah dan Produk Kilang PT Pertamina (Persero), yang diperkirakan menyebabkan kerugian hingga Rp193,7 triliun.

Namun, kasus ini bukan satu-satunya skandal korupsi terbesar yang pernah terjadi di tanah air. Berikut adalah lima kasus korupsi terbesar yang berdampak besar pada perekonomian nasional.

1. Skandal Tata Niaga Timah PT Timah Tbk

Pada Mei 2024, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan 29 tersangka dalam kasus korupsi tata niaga komoditas timah yang melibatkan PT Timah Tbk.

Di antara mereka adalah Harvey Moeis, seorang pengusaha yang juga dikenal sebagai suami artis Sandra Dewi. Korupsi ini terjadi dalam periode 2015-2022 dan mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp300 triliun.

Kejaksaan Agung menemukan bahwa dalam periode tersebut, pengelolaan izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah mengalami banyak penyimpangan, yang menyebabkan eksploitasi sumber daya secara ilegal dan berdampak pada kerugian besar bagi negara.

2. Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah PT Pertamina

Kasus ini terungkap sebagai salah satu skandal terbesar dalam sejarah Indonesia.

Penyidikan menemukan bahwa selama periode 2018-2023, Pertamina dan beberapa kontraktor kerja sama (KKKS) lebih memilih mengimpor minyak mentah ketimbang menggunakan pasokan dalam negeri.

Keputusan ini bertentangan dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018 yang mengharuskan pemanfaatan minyak mentah domestik sebelum melakukan impor.

Akibat praktik ini, produksi kilang dalam negeri menurun, sementara impor minyak dengan harga lebih tinggi menyebabkan kerugian negara mencapai Rp193,7 triliun.

Kejaksaan Agung telah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus ini, dan penyelidikan masih terus berlangsung.

3. Skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)

Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) merupakan program pemerintah untuk menyelamatkan bank-bank yang terdampak krisis ekonomi 1998.

Namun, alih-alih digunakan untuk pemulihan ekonomi, dana sebesar Rp147,4 triliun justru diselewengkan oleh beberapa bank penerima.

Penyelidikan menemukan bahwa mayoritas dana ini tidak dikembalikan ke negara, sehingga menyebabkan kerugian sekitar Rp138,4 triliun.

Upaya penyitaan aset dari pihak-pihak yang terlibat terus dilakukan guna meminimalisir kerugian negara.

4. Kasus Korupsi PT Duta Palma Group

Kasus korupsi lain yang mencatat angka fantastis adalah skandal PT Duta Palma Group, yang dimiliki oleh Surya Darmadi.

Investigasi menemukan bahwa penyalahgunaan lahan serta penghindaran pajak yang dilakukan perusahaan ini telah menyebabkan negara merugi sebesar Rp104,1 triliun.

Surya Darmadi akhirnya divonis 15 tahun penjara serta dikenakan denda sebesar Rp1 miliar dengan tambahan hukuman kurungan selama enam bulan jika denda tidak dibayarkan.

5. Korupsi Kondensat PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI)

Kasus ini melibatkan penjualan kondensat atau minyak mentah tanpa melalui mekanisme lelang yang seharusnya dilakukan oleh PT Pertamina.

Alih-alih mengikuti prosedur yang berlaku, kondensat bagian negara langsung dijual ke PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) selama periode 2009-2011.

Praktik ini mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp35 triliun. Penyidikan mengungkap bahwa tindakan tersebut melanggar regulasi yang ada dan merugikan pendapatan negara secara signifikan.

Share:

Ocha

Seorang pengembang muda yang saat ini tengah mencari peluang kerja di Jepang. Memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi, budaya pop, dan fiksi detektif. Saat tidak sibuk mengotak-atik kode, ia senang membaca novel misteri dan membayangkan diri sebagai “Sherlock Holmes” versi Indonesia. Pecinta musik, terutama karya-karya NewJeans—yang menurutnya, akan selalu abadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *