Don't Show Again Yes, I would!

Rekonstruksi Pembunuhan, Sembilan Adegan Diperankan Ismail untuk Habisi Istrinya

Table of contents: [Hide] [Show]

LiteX.co.id, LUWU – Skenario rekontruksi kasus pembunuhan yang digelar di halaman Kantor Kepolisian Resort (Polres) Luwu. Ada sembilan adegan oleh tersangka Ismail saat membunuh istrinya Intan. Saat reka adegan itu dihadiri langsung oleh saksi yang berada di TKP saat terjadi pembunuhan bernama Erni didampingi suaminya. Jumat (14/10).

Dalam rekonstruksi itu, peran pengganti korban atau Intan seseorang laki-laki yang dipakaikan hijab. Sementara pelaku adalah yang bersangkutan langsung dihadirkan. Selain Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Jon Paerunan, jalannya rekonstruksi juga disaksikan oleh sejumlah anggota reskrim lainnya. Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Jon Paerunan, di tengah berlangsungnya rekontruksi ia mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk memastikan fakta dalam berkas perkara.

Pada rekonstruksi tersangka dan korban menunjukan adanya saling rebut handphone(HP) pada reka adegan kedua, pada saat itu korban terlihat sedang video call dengan seseorang saat lagi dibonceng oleh pelaku yang menggunakan sepeda motor. Sementara adegan ketiga HP sudah berpindah ke tangan Ismail dan melihat apa saja isi pada HP itu, masih pada adegan ketiga, korban mencoba merebut HP miliknya dari tangan pelaku namun tidak berhasil.

Dilanjutkan adegan keempat pelaku terlihat mengambil parang yang disimpan pada pinggang kanannya, korban berbalik arah lalu pada reka adegan kelima korban ditusuk satu kali dari arah belakang. Reka adegan keenam, korban berlari ke arah saksi bernama Erni yang dibonceng depan oleh suaminya karena menggunakan motor ojek. Adegan ketujuh korban memeluk saksi ,” saat itulah pak korban minta tolong karena katanya akan dibunuh, saya sapu pundaknya korban sambil mengatakan, ah tidak ji itu, tapi posisi saya tetap berbailk ke depan, eh saya pegang ternyata sudah ada darah dipundaknya, intan atau korban ini sudah ditusuk satu kali sebelum berlari ke saya,”ujar Erni.

Kemudian dilanjutkan adegan kedelapan, pelaku mengelilingi korban bersama saksi sebanyak tiga kali, posisi saat itu saksi dan korban masih posisi seperti pada saat adega ketujuh. Sampai pada adegan kesembilan di situlah pelaku menghabisi nyawa korban dengan menusuk tubuh korban dari arah belakang sebanyak tiga kali. Usai melakukan penikaman seperti diperagakan pada adegan sembilan, pelaku melarikan diri lalu sempat dikejar oleh suami saksi. “ sewaktu suami saya mengejar pelaku, saya juga mencoba berlari mencari pertolongan untuk korban tapi baru beberapa jauh jarak saya dengan korban saya merasa bagian tubuh saya juga ternyata keluar darah kemungkinan tembus saat pelaku menikam karena saat itu korban memeluk saya, saya berbalik memanggil suami saya untuk meminta dibawa ke rumah sakit eh saat itu juga saya melihat korban terjatuh tergelat yang tadinya masih berdiri memegang motor kami dan parang masih tertancap” ujarnya.

Berita Sebelumnya

Team Resmob Polres Luwu berhasil mengakhirinya pelarian Ismail, pelaku pembunuh Intan di Desa Tabbaja yang merupakan istrinya sendiri. Ia mengaku telah membunuh Intan istrinya dengan tusukan benda tajam dari belakang sebanyak empat kali karena cemburu.

Pelaku ditangkap di Timampu Luwu Timur tanpa perlawanan, Sabtu (8/10) pukul 03.40 wita, dini hari. Menurut pelaku ia tega membunuh karena ia cemburu. Pelaku emosi dan marah ketika menduga istrinya berselingkuh atau menjalin hubungan asmara dengan lelaki lain, pelaku menemukan bukti langsung pesan Via Whatsapp antara istrinya dengan lelaki lain, “saya tanyakan hal tersebut istriku malah marah akhirnya saya emosi, ” ujarannya dengan nada menyesal.

Adapun barang bukti yang disita antaranya, satu bilah badik dengan panjang 30 cm tanpa dilengkapi sarung badik. Satu unit sepeda motor merk VIAR tanpa plat dan kap body yang di gunakan oleh pelaku ketika melakukan aksinya. Saat ini pelaku telah diamankan di Polres Luwu untuk dilakukan proses selanjutnya.

Diketahui sebelumnya, Polres Luwu kejar pelaku pembunuh warga Langkiddi yang ditikam di Dusun Padangkalua Desa Tabbaja Kecamatan Kamanre Kabupaten Luwu, kamis (6/10/2022)

Korban bernama Intan (23) warga Desa Langkiddi Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu mengalami luka akibat senjata tajam, ia MD di TKP dan Erni (52) warga Desa Tabbaja Kec. Kamanre Kab.Luwu mengalami luka pada punggung dan dirawat di RSUD Batara Guru.

Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Jon Paerunan, SH mengatakan berdasarkan keterangan Erni (52) dan SS bahwa sekitar pukul 19.30 Wita pada saat dalam perjalanan menuju kerumahnya tepatnya di Dsn. Padang Kalua Desa Tabbaja, Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu.
Melihat seorang laki – laki dan perempuan yang sedang bertengkar di tengah jalan.

Erni melihat korban sedang bertengkar dengan laki-laki yang juga pelaku, Ernie bermaksud menolong karena korban meminta tolong. “Tolong ka mauka na bunuh ini laki-laki” ujar korban yang memeluk erni dari arah depan.

Lanjut Erni lagi, saat itu pelaku mencoba menikam korban tikaman pertama mengenai Erni (52) dan mengulangi menikam korban berapa kali. setelah itu pelaku langsung melarikan diri meninggalkan sepeda motornya.

Usai kejadian, Erni langsung menyampaikan kepada suaminya SS dengan mengatakan,”antarkan pulang, ke rumah sakit ditikam ka, ” kemudian SS mengantar Erni ke RSU Batara Guru.

Dikonfirmasi, Kapolres Luwu AKBP Arisandi, membenarkan kejadian tersebut, dan mengatakan setelah menerima laporan masyarakat, personil gabungan Polsek Belopa, Sat Intel dan Sat Reskrim Polres Luwu langsung mendatangi TKP dan olah TKP.

“Adapun motif pelaku kita tunggu nanti keterangan pelaku setelah tertangkap karena masih dalam pengejaran. Saya minta agar pelaku segera menyerahkan diri dan mempertanggung jawabkan perbuatannya,”tegas AKBP Arisandi. (kartini)

Share:

Ocha

Seorang pengembang muda yang saat ini tengah mencari peluang kerja di Jepang. Memiliki ketertarikan besar pada dunia teknologi, budaya pop, dan fiksi detektif. Saat tidak sibuk mengotak-atik kode, ia senang membaca novel misteri dan membayangkan diri sebagai “Sherlock Holmes” versi Indonesia. Pecinta musik, terutama karya-karya NewJeans—yang menurutnya, akan selalu abadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *